Hai guys, Sekolah MC Malang sudah membuka pendaftaran, diskon 30 % dan gratis SPP gratis Desember. Segera daftarkan diri kamu untuk bergabung di sekolah MC Malang!!.
Para siswa akan mendapatkan berbagai macam skill mulai dari bagaimana menjadi MC Lomba Fashion, Wedding, Seminar, Reuni, Ulang Tahun, Halal Bihalal, dan masih banyak lagi. Bonus kelas yang bisa didapat ialah kelas Vokal, Fashion, Dance, Make Up, Presenter, Broadcasting, Table Manner, Kecantikan, Kepribadian, Psikologi dan masih banyak lagi ilmu yang akan didapatkan. Segera daftar menjadi anggota dari Sekolah MC Malang kuy, di mana menjadi awal karir Anda menjadi MC Handal Lokal maupun Nasional.
Tunggu apa lagi , segera daftar sekarang!!
Segera daftarkan diri kamu untuk bergabung di sekolah MC Malang!!.
Para siswa akan mendapatkan berbagai macam skill mulai dari bagaimana menjadi MC Lomba Fashion, Wedding, Seminar, Reuni, Ulang Tahun, Halal Bihalal, dan masih banyak lagi. Bonus kelas yang bisa didapat ialah kelas Vokal, Fashion, Dance, Make Up, Presenter, Broadcasting, Table Manner, Kecantikan, Kepribadian, Psikologi dan masih banyak lagi ilmu yang akan didapatkan. Segera daftar menjadi anggota dari Sekolah MC Malang kuy, di mana menjadi awal karir Anda menjadi MC Handal Lokal maupun Nasional.
Tunggu apa lagi , segera daftar sekarang!!
Hai guys, Sekolah MC Malang sudah membuka batch kedua untuk hanya untuk 20 orang,pendaftaran mulai hari ini. segera daftarkan diri kamu untuk bergabung di sekolah MC Malang!!.
Para siswa akan mendapatkan berbagai macam skill mulai dari bagaimana menjadi MC Lomba Fashion, Wedding, Seminar, Reuni, Ulang Tahun, Halal Bihalal, dan masih banyak lagi. Bonus kelas yang bisa didapat ialah kelas Vokal, Fashion, Dance, Make Up, Presenter, Broadcasting, Table Manner, Kecantikan, Kepribadian, Psikologi dan masih banyak lagi ilmu yang akan didapatkan. Segera daftar menjadi anggota dari Sekolah MC Malang kuy, di mana menjadi awal karir Anda menjadi MC Handal Lokal maupun Nasional.
Tunggu apa lagi , segera daftar sekarang!!
Kita mulai dari tugas utama MC yang terangkum dalam TIM:
Sebagai tambahan, MC itu “Star Maker“, yakni pencipta bintang. Maksudnya, pembawa acara harus berusaha agar para pengisi acara tampil memukau dan memuaskan hadirin.
MC tidak boleh berusaha jadi bintang karena tugasnya adalah menciptakan bintang, bukan berusaha menjadikan dirinya sendiri sebagai bintang.
Pembawa Acara harus berusaha agar audiens memberikan apresiasi dan antusias mendengarkan pengisi acara.
Pemandu acara (MC) adalah orang yang pertama dan terakhir yang berbicara di sebuah acara.
MC bertugas membuka acara (opening speech) dan menutupnya dengan standar umum sebagai berikut.
Opening atau pembukaan yang dilakukan oleh seorang MC pada dasarnya menyapa hadirin dan menyampaikan informasi tentang nama, tujuan, dan susunan atau isi acara, sponsor, lokasi acara, waktu acara, dan pengisi acara.
10 Tugas Pokok MC
1. Sinyal Memulai (Signal to Start)
Memberi, aba-aba, sinyal, atau tanda kepada hadirin bahwa acara akan segera dimulai.
Misalnya: Hadirin, mohon perhatian, acara akan segera dimulai.
2. Mengucapkan Salam (Greeting).
Mengucapkan salam, misalnya: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi.
3. Menyapa hadirin (Welcome Speech)
Khususnya menyapa tamu spesial, seperti pemateri, atau pejabat yang hadir.
Misalnya: Bapak Gubernur dan hadirin yang kami hormati.
4. Perkenalkan Diri (introduce yourself).
Berlaku di acara informal. Di acara formal tidak berlaku.
Misalnya, saya –Ahmad Fulan– sebagai pemandu acara ini…
5. Menyebutkan nama dan tujuan acara.
Misalnya, … atas nama panitia penyelenggara, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu/Sdr di acara [NAMA ACARA].
6. Menyebutkan susunan acara.
Berlaku di acara informal. Acara formal biasanya sudah ada susunan acara di undangan.
Misalnya, acara ini akan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, acara pokok, dan penutup.
7. Memperkenalkan pembicara (introducing the speaker).
Nama pemberi sambutan cukup dengan menyebutkan jabatan dan nama lengkapnya.
Misalnya, sambutan pertama oleh Ketua Panitia Bapak Ahmad Fulan.
8. “Bridging”
Merangkaikan acara ke acara berikutnya. Bridging dalam MC ini “gak ada teorinya”. Bridging artinya “menjembati” (dari kata bridge = jembatan), yakni “menyambungkan” satu segmen ke segmen berikutnya, melalui sebuah rangkaian kalimat agar sebuah acara menjadi suatu kesatuan.
Bridging membutuhkan kemampuan membuat komentar yang “menjadi jembatan” antar segmen acara. Komentar dalam bridging ini termasuk komentar atau anekdot yang bisa digunakan jika terjadi “delay” atau keterlambatan seorang pengisi acara.
MC yang punya skill akan mampu menggunakan insiden yang terjadi dalam acara sebagai “bridging tools”. Skill ini bisa didapatkan dengan pengalaman dan latihan. MC yang terampil dapat memanfaatkan insiden yang terjadi dalam suatu acara sebagai bahan bridging.
9. Closing
Menutup acara, berisi ucapan terima kasih kepada panitia, sponsor, pengisi acara, dan hadirin.
Jika contoh pembukaan MC di atas kita gabungkan, maka naskahnya akan menjadi begini:
Hadirin, mohon perhatian, acara akan segera dimulai. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi.
Bapak Gubernur dan hadirin yang kami hormati. Saya –Ahmad Fulan– sebagai pemandu acara ini… atas nama panitia penyelenggara, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu/Sdr di acara [NAMA ACARA].
Acara ini akan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, acara pokok, dan penutup. Sambutan pertama oleh Ketua Panitia Bapak Ahmad Fulan. Kepada Bapak Ahmad Fulan, kami persilakan…
Demikian ulasan ringkas tentang Tips MC: Cara Menjadi Pembawa Acara.
Panduan selengkapnya di buku Kiat Memandu Acara: Tips Jadi MC dan Moderator terbitan Nuansa .
Hai guys, Sekolah MC Malang sudah membuka batch kedua untuk pendaftaran mulai hari ini – 1 Agustus 2020. segera daftarkan diri kamu untuk bergabung di sekolah MC Malang!!.
Para siswa akan mendapatkan berbagai macam skill mulai dari bagaimana menjadi MC Lomba Fashion, Wedding, Seminar, Reuni, Ulang Tahun, Halal Bihalal, dan masih banyak lagi. Bonus kelas yang bisa didapat ialah kelas Vokal, Fashion, Dance, Make Up, Presenter, Broadcasting, Table Manner, Kecantikan, Kepribadian, Psikologi dan masih banyak lagi ilmu yang akan didapatkan. Segera daftar menjadi anggota dari Sekolah MC Malang kuy, di mana menjadi awal karir Anda menjadi MC Handal Lokal maupun Nasional.
Tunggu apa lagi , segera daftar sekarang!!
Seorang MC (Master of Ceremony) atau pembawa acara/pemandu acara harus memenuhi kualifikasi atau syarat tertentu.
Selain modal suara yang enak didengar dan tampang “enak dipandang” (good looking), MC harus juga memiliki kepribadian, karakter, dan sikap tertentu.
Komunikatif, berkemampuan bahasa yang memadai, luwes, percaya diri, memiliki sense of humor, dan kreatif adalah sebagian dari 10 syarat jadi MC sebagaimana paparan di bawah ini.
1. Komunikatif
Komunikatif artinya pandai bicara dan mahir menulis. Pandai bicara artinya bukan “pinter ngomong” kaya politisi atau “pandai bersilat lidah” dalam konotasi negatif.
Menulis?
Ya, menulis, karena MC sering harus menuliskan naskah MC-nya dan mencatat pokok pembicaraan yang disampaikan pemateri.
Catatan itu nanti bisa menjadi bahan omongannya saat “bridging” atau jeda antar-pengisi acara. Bahkan, jika pematerinya seorang, catatan itulah yang akan menjadi bahan “closing”-nya sebagai MC.
2. Kreatif
Syarat jadi MC harus Smart and Creative. Secara harfiyah kreatif (creative) artinya “memiliki daya cipta”. Seorang MC harus mampu menciptakan hal-hal baru agar acara yang ia pimpin menarik dan “seru”.
Sering kali MC dituntut berimprovisasi, terutama jika acara berlangsung tidak sesuai dengan rundown.
MC pun dituntut mampu Spontaneous on Stage, melakukan hal spontan yang pas di atas panggung.
3. Luwes
MC harus fleksibel dan adaptif, mudah menyesuaikan diri dengan orang lain dan situasi. Ia harus bisa berkeja sama dalam tim, dengan panitia, dengan pembicara, dan dengan hadirin.
Secara ‘teori”, tugas MC itu menjadi “jembatan” antara panitia penyelenggara, pembicara/pengisi acara, dan hadirin. M menjadi “etalase” panitia, corong panitia, atau mewakili panitia selama acara.
MC menjadi “promotor” dan teman bagi pembicara/pengisi acara. MC harus mampu membangkitkan rasa “PD” pembicara.
MC juga menjadi “wakil hadirin” sehingga harus bisa “menyampaikan aspirasi (keinginan)” hadirin kepada panitia dan pengisi acara.
4. Good Looking
Syarat jadi MC harus enak dipandang, enak dilihat. Pakaiannya harus “pas”, sesuai dengan acara.
Dandanannya tidak norak, tidak menor. MC tidak mesti “cakep” atau “cantik”. Mantap juga sih kalo cakep atau cantik. Pokoknya, harus good looking, baik dari sisi fisik, busana, maupun (terutama) sikap (attitude).
MC adalah pusat perhatian hadirin saat awal acara, akhir acara, dan “jeda” antar-pengisi acara.
Good looking juga bisa diartikan “tidak punya kebiasaan buruk”, seperti punya kebiasaan goyang kepala, kerdip-kerdip mata, menjulurkan lidah, dan gerakan fisik yang “tidak wajar” lainnya.
5. Percaya Diri
Ini soal sikap. Syarat jadi MC harus punya rasa percaya diri karena ia akan menjadi “pemimpin”, yakni pemimpin acara.
Untuk membangun rasa percaya diri antara lain sering berlatih, rajin baca untuk menambah wawasan, dan menguasa betul rundown atau detail acara.
6. Kemampuan Bahasa
Syarat jadi MC harus memahami kaidah tata bahasa agar pembicaraannya logis, mudah dimengerti, terutama untuk MC formal.
MC juga harus menguasai ragam bahasa slank, bahas gaul, bahkan bahasa “alay” untuk suasana acara tertentu, misalnya acara yang dihadiri mayoritas anak muda.
Kemampuan bahasa Inggris akan sangat membantu tugas MC, terutama dalam hal pengucapan istilah asing (Inggris).
Dalam acara keagamaan, MC pun harus tepat dalam pengucapan istilah-istilah keagamaan, misalnya “khilafiyah” jangan sampai tertukar dengan “khilafah”. Keduanya punya makna berbeda.
7. Golden Voice
Ini istilah dunia broadcast, terutama penyiar radio. Syarat jadi MC harus memiliki “suara emas” (golden voice) karena suara MC-lah yang mengendalikan acara dari awal hingga akhir.
Suaranya mesti merdu, jelas, enak didengar, dan intonasinya pas. Tiap MC memiliki suara yang khas, namun sama-sama enak didengar.
8. Ekspresi Suara
Syarat jadi MC harus mampu mengekspresikan suara dengan jelas, indah, tepat, disertai penjiwaan, pemahaman, dan pernafasan yang baik.
Ekspresi suara juga memancarkan dan mencerminkan kepribadian. Ekspresi suara dibangun dari “suara alami” (natural voice), tidak dibuat-buat.
Ekspresi suara akan memancarkan energi, antusiasme, kegairahan, keceriaan, juga kesedihan (untuk suasana acara sedih). Suara yang meyakinkan akan menimbulkan kesan profesional, cermin intelektualitas, wawasan, dan percaya diri.
9. Teknik Vokal
Suara emas dan ekspresi suara bisa dilatih atau dibangun dengan (latihan) teknik vokal, yakni tekni mengeluarkan suara terbaik.
Dalam dunia tarik suara, teknik vokal dimaknai sebagai cara memproduksi suara yang baik dan benar sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, dan merdu.
10. Humoris
MC itu seorang entertainer, “penghibur”. Karnanya, syarat jadi MC harus humoris. Ia harus mampu menghibur hadirin dan menyegarkan suasana dengan joke, humor, atau candaan yang “berkelas” (tidak norak apalagi “jorok”).
Demikian 10 syarat menjadi MC atau pembawa acara (pewara). Wasalam.
MC formal adalah MC yang memandu acara-acara resmi yang menggunakan bahasa resmi atau baku dan agak sedikit kaku. Biasanya untuk MC formal ini semuanya base on the text. Jadi, kamu hanya tinggal membaca saja teks yang sudah disiapkan. Oleh karena itu, seorang MC formal wajib untuk menguasai teknik vokal yang baik dan harus jauh lebih menonjol daripada MC-MC lainnya. Selain itu, penampilan sebagai seorang MC pun juga dinilai dari pakaian yang dikenakan, yaitu pakaian yang bersifat resmi. Dimana, acara yang membutuhkan MC formal ini, yaitu seperti acara kenegaraan, perkantoran, wedding, akad, dan acara sakral lainnya.
Kemudian, ada MC semi formal yang berada di tengah-tengah antara MC formal dan informal. Dan tidak jarang, MC semi formal ini juga bisa dipadukan antara keduanya, dimana diawalnya formal, baru kemudian diakhiri dengan informal. Intinya, kamu harus bisa menyesuaikan, misalnya pakaian yang harus sesuai dengan tema acara, bahasa yang digunakan harus sesuai dengan acara, tidak terlalu baku tapi juga tidak terlalu santai. Jadi, untuk MC semi formal ini, kamu diperbolehkan untuk melakukan improvisasi di waktu-waktu tertentu. Dan biasanya acara untuk MC semi formal ini, yaitu acara seminar, pelatihan, hari-hari besar yang dimana dibutuhkan waktu formal dan juga informal.
Selanjutnya, yang terakhir adalah MC informal. MC informal, biasanya MC yang membawakan acara dengan lebih santai, temanya lebih casual, dan juga bahasa yang digunakan tidak terlalu baku ataupun menggunakan bahasa-bahasa yang sedang tren atau terkini. Dan yang paling diutamakan sebagai MC informal, yaitu kamu wajib untuk melakukan improvisasi. Oleh karena itu, kamu juga diwajibkan untuk memahami banyak wawasan dan juga mengetahui update berita-berita terkini. Acara untuk MC informal ini, contohnya seperti acara bazar, ulang tahun, family gathering, dan acara-acara konser yang informal.
Lalu, apa sih perbedaan antara MC dengan public speaking? Public speaking dan MC tentu 2 hal yang berbeda. Public speaking adalah ilmu basic yang harus dimiliki oleh semua MC dan semua MC biasanya memiliki kemampuan ini. Akan tetapi, jika MC adalah satu profesi yang didalami dari public speaking tersebut, maka biasanya MC sudah memiliki kemampuan (skill) yang baik untuk menjadi seorang MC, sehingga seorang MC tersebut tinggal mendalami ilmu public speakingnya dan menambahkan jam terbang mereka.
Public speaking dengan MC itu ilmunya agak-agak mirip, tapi kalau MC, ilmunya itu lebih spesifik dan juga lebih spesial. Karena memang, MC adalah tugasnya menghidupkan acara, membuat acara begitu meriah, sehingga mereka wajib untuk mempelajari teknik vokal, grooming, bridging, dan ice breaking yang banyak, dengan begitu mereka harus menguasai lebih jauh dan lebih dalam lagi. Dan biasanya seorang MC itu wajib untuk memiliki pengetahuan yang luas dan juga selalu update akan isu-isu terkini.
Menjadi seorang pembawa cara atau Master Ceremony ( MC ) memang susah - susah gampang, modal penampilan saja tidak cukup. Menjadi pembawa acara dituntut serba bisa dalam membawakan suatu acara, untuk kamu yang baru saja belajar menjadi MC jangan takut salah, segala sesuatunya dimulai dari proses yang namanya belajar. Dan ini dia tips menjadi MC menjadi MC yang baik bagi pemula. Yuk disimak.
1.Percaya Diri
Percaya diri sangat penting ketika berhadapan di depan orang banyak saat membawakan acara, yakinlah akan kemampuanmu bahwa kamu bisa dan mampu membawakan acara dari awal hingga akhir, ikuti apa kata panitia acara dan berusahan profesional ya, apapun yang terjadi kamu harus tetap fokus dan fokus.
2. Kuasai AcaraSebelum hari H kamu harus sudah tahu jenis acara yang akan kamu bawakan, mulai dari waktu, tempat, jenis acara dan tamu yang datang, jadi kamu sudah ada bayangan acara tersebut akan kamu bawakan seperti apa nantinya. Jangan lupa susunan acara sudah ada di tanganmu, jika takut lupa kamu boleh mencatatnya di antara susunan acara tadi. Acara akan berjalan dengan baik atau sebaliknya ada pada pembawa acara, jadi di poin ini kamu harus benar - benar menguasi.
3. Tetap tenang dan Tersenyum
Apapun yang terjadi dengan acara yang kamu bawakan tetap tenang, misalkan ada insiden kecil salah penyebutan nama tamu undangan, atau hal lainnya kamu harus tetap tenang dan tersenyum. Membawakan acara kamu harus terlihat ramah humble kuncinya ada pada senyumanmu karena kamu pada saat itu adalah Gueststart nya.
4. Jangan Salah Kostum
Menjadi pembawa acara kamu harus berpenampilan sebaik dan semenarik mungkin, agar kamu nyaman dilihat. Pastikan kamu sudah benar - benar mengetahui jenis acara yang akan dibawakan, agar tidak salah kostum karena kostum menjadi salah satu pendukung kamu sebagai pembawa acara. Jika acara yang kamu bawakan adalah pesta pernikahan maka kostum yang akan kamu kenakan berupa gaun bukan pakaian mau ke kantor ya, wah salah nih alias keliru.
5.Berdoa
Jadikan doa sebagai senjata terbaik kamu sebelum membawakan acara, jangan lupa sebelum memulai acara kamu berdoa agara acara yang akan dibawakan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan, jangan patah semangat dan terus mencoba.Yup, itu tadi Tips membawakan acara yang baik bagi pemula, jangan takut salah apa lagi takut mencoba, percayalah seorang pembawa acara itu semakin tinggi jam terbangnya, semakin mahal tarifnya. Terus belajar untuk mengasah kemampuan dan mengevaluasi setiap acara yang sudah dibawakan apa saja yang kurang. Semangat ya.
Bisa menjadi MC (Master of Ceremony) profesional tentu impian bagi semua orang, meskipun bukan seperti MC terkenal yang sering tampil di televisi. Menjadi MC atau pembawa acara di kehidupan sehari-hari, seperti di lingkungan kerja, di lingkungan masyarakat saat ada tetangga hajatan, saat ada pengajian dan lain sebagainya, mungkin akan dianggap mudah bagi sebagian orang. Namun, tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa menjadi orang yang membawakan acara atau MC merupakan hal yang sangat sulit dan begitu menakutkan
“Ah, saya tidak bisa, yang lain saja”
“Gak, ah, nanti saya grogi”
“Saya gak pernah, nanti kalau salah, bagaimana?”
“Saya gak biasa menghadapi orang banyak, yang lain saja”.
Penolakan-penolakan
seperti di atas mungkin adalah sebagian contoh kalimat yang pernah kita
lontarkan saat ada panitia yang menawari kita menjadi MC. Memang, untuk bisa membawakan acara yang santai dan enak didengar, perlu adanya persiapan dan latihan.
Dears, berbicara di depan umum memang bukan hal yang mudah, apalagi untuk menjadi seorang MC. Penampilan dan perkataan kita, semuanya akan disimak dan dikoreksi oleh sebagian besar audiensi. MC adalah kunci dari suatu acara. Berhasil tidaknya suatu acara, tergantung dari bagaimana seorang MC membawakan acara tersebut.
Untuk itu, saat kita ditunjuk atau diminta untuk menjadi MC, hal pertama yang perlu kita siapkan adalah penampilan. Sebelum tampil, kita wajib cek penampilan kita. Jangan sampai apa yang kita kenakan nantinya akan mengganggu kita di atas panggung sehingga bisa menarik perhatian audiensi. Seperti jilbab yang kurang pas pakainya, baju yang kebesaran, kancing yang terlepas, make up yang kurang rapi, dll. Kesaimpulannya, penampilan kita harus rapi. Selain itu, untuk masalah penampilan, seorang MC harus bisa menyesuaikan jenis acaranya. Apakah itu acara formal, atau sebaliknya. Untuk acara formal bisa menggunakan jas atau baju resmi. Sedangkan untuk acara non formal, seperti acara ulang tahun, family gathering, out bond, kita bisa menggunakan baju santai.
Selanjutnya, selain penampilan, hal yang perlu kita persiapkan untuk menjadi MC adalah latihan yang cukup dan siapkan mental. Mungkin ini yang menjadi pertimbangan berat seseorang ketika ditunjuk menjadi MC. Saat latihan, mintalah teks dan bimbingan khusus pada seseorang yang sudah berpengalaman. Jangan sungkan-sungkan untuk meminta saran dan kritik dari orang lain. Pelajari kalimat dan gerakan yang perlu dihindari. Hafalkan teks setidaknya pada bagian pembukaan. Jangan sampai kita di depan hanya melulu membaca teks yang kita bawa. Itu akan menimbulkan kejenuhan bagi audiensi, karena mereka merasa MC hanya membaca dan tidak ada interaksi. Mereka akan merasa seperti ditiadakan.
Nah, ketika kita sudah berhasil memberanikan diri untuk tampil, selanjutnya terus lakukan evaluasi penampilan kita. Apa saja yang perlu dipertahankan, dan apa saja yang perlu diperbaiki. Evaluasi bisa dilakukan dengan melihat tayangan ulang penampilan kita, bisa juga dengan meminta saran dan kritik dari orang lain yang telah melihat kita.
Satu dua kali tampil, kemungkinan besar kita akan mendapatkan tawaran-tawaran selanjutnya. Dan tidak menutup kemungkinan, tawaran itu akan datang mendadak tanpa ada waktu untuk persiapan dan latihan. Untuk itu, ada 3 poin penting yang perlu kita catat, yaitu :
Saat mendapat tawaran MC, jangan lupa untuk menanyakan tema dari acara tersebut, kemudian sesuaikan dengan mukadimah dan potongan ayat yang akan kita baca (jika ada). Sebagai contoh, ketika ada di suatu acara pembagian raport semester 1, berarti tema acara tersebut adalah “Pembagian Raport Semester 1 Tahun Pelajaran 2018-2019″. Untuk itu, ambil mukadimah dan potongan ayat Al Qur’an yang berisi tentang pendidikan. Seperti QS. Al-Mujadalah ayat 11, QS. Al-‘Alaq ayat 1-5, QS. Thoha ayat 114, dll. Tema dan mukadimah ini wajib banget ditulis, ya, Dears, untuk jaga-jaga ketika kita lupa atau down saat ada di panggung.
Pada bagian ini, wajib juga untuk dicatat, Dears. Penghormatan termasuk salah satu bagian yang vital banget. Orang-orang penting dan tamu yang berpengaruh, perlu banget untuk disebutkan nama, gelar dan jabatan secara satu persatu. Sebutkan secara benar. Usahakan jangan sampai ada nama/gelar/jabatan yang salah. Untuk itu, usahakan cari sumber yang benar-benar tahu, bisa tanya kepada ketua panitia atau sejenisnya.
Tanyakan susunan acara yang benar pada orang yang bertanggung jawab dalam acara tersebut, misalnya ketua panitia. Sekali lagi, jangan sampai salah tanya, ya, Dears. Menjadi MC memang susah-susah gampang. MC harus siap dan tanggap dalam setiap keadaan. MC harus siap jika ada perubahan acara, misalnya jika diganti acaranya, narasumber belum datang, mengisi kekosongan waktu, dll. Dalam hal ini MC harus terus melakukan koordinasi dengan ketua panitia.
3 poin di atas rasanya wajib kamu catat dan kuasai untuk persiapan jika secara mendadak kamu diminta untuk menjadi MC. Semoga bermanfaat, ya, Dears. Tetap percaya diri dan jangan takut lagi untuk menjadi MC dadakan
MC adalah seni membawakan acara dengan bahasa lisan yang efektif dan vocal yang jelas (intonasi, speed, asentuasi atau penekanan kalimat, dan artikulasi atau pengucapan kata dan kalimat) yang didukung oleh penggunaan bahasa lisan maupun tulisan dan bahasa tubuh (gestural). Bahkan ada yang mengatakan, seorang MC adalah seniman kata-kata dan seniman bahasa tubuh.
Menjadi seorang MC memang gampang-gampang susah. Ada beberapa syarat yang harus Anda penuhi, seperti berkepribadian baik, berpenampilan atraktif dan simpatik, memiliki wawasan yang baik, memiliki kemampuan berbahasa dan berkomunikasi yang baik, tanggap dan cekatan, dan lain sebagainya.
Master of Ceremony (MC) adalah seorang yang akan memandu suatu rentetan acara secara teratur dan rapi, mulai dari opening hingga closing. Kemampuan MC akan sangat menentukan apakah sebuah acara akan berlangsung sukses, lancar, dan meriah. Atau sebaliknya, acara menjadi monoton, tidak menarik dan berantakan.
Karena itu, seorang MC harus benar-benar menguasai seluruh aspek yang akan mempengaruhi kelancaran acara pada saat dia memandunya. Bisa dikatakan, seorang MC adalah benar-benar produser atau sutradara pada sebuah acara.
Tugas MC memastikan acara berlangsung lancar, tepat waktu, meriah, berkesan, dan sesuai dengan susunan atau rundown acara. Tugas dan peran penting MC sering diringkas dalam istilah TIM (Time, Introducer, Mood Setter).
Time :
MC bertanggungjawab memastikan acara berjalan sesuai waktu dan sesuai dengan urutan acara yang ditetapkan. Dalam hal ini MC bisa disebut juga sebagai the king of the programme, karena MC berfungsi sebagai pengendali acara sesuai dengan waktu dan susunan acara.
MC bertanggungjawab memastikan acara dimulai dan diakhiri tepat waktu. Jika pengisi acara belum datang, atau “tamu istimewa” yang ditunggu belum datang, maka MC harus dapat membuat audience tidak hanya menatap sebuah panggung kosong. MC harus dapat menghidupkan suasana ditengah keadaan yang tak terduga seperti itu.
Introducer :
MC memiliki tugas untuk mengenalkan pembicara atau pengisi acara kepada audience. Oleh karena itu mutlak bagi MC mengenal lebih mendalam profil dan latar belakang pengisi acara (background knowledge), seperti nama asli, nama panggilan, profesi, jabatan, tempat dan tanggal lahir, prestasi, dsb. Knowledge seperti itu bisa didapatkan MC melalui riset sederhana.
MC harus menjadi jembatan dalam membangun kredibilitas pengisi acara atau pembicara dengan audience. MC sekaligus menjadi jembatan dalam menjalinkan hubungan antara pengisi acara dan audience. MC harus dapat mengenalkan pengisi acara sebaik mungkin sehingga audience mengapresiasi pengisi acara.
Mood Setter :
MC harus mampu menjaga antusiasme, gairah, dan kemeriahan suasana. Jangan biarkan audience bosan. MC adalah pemimpin audience yang dapat memberikan “komando” tepuk tangan sebagai apresiasi kepada pengisi acara.
MC adalah pengarah bagi audience. Layaknya juga seperti seorang produser atau pengarah acara dalam sebuah program televisi. MC harus menunjukkan semangat dan gairah, serta kecerian. Sehingga sikap MC tersebut akan menular kepada audience.
Seorang Master of Ceremony (MC) atau Pewara (pembawa acara) akan menjadi pusat perhatian publik atau audience ketika memandu atau membawakan sebuah acara. Publik dengan mudah akan menilai MC dari apa yang mereka lihat (penampilan, bahasa tubuh, tatabusana, make up, cara berinteraksi) dan dari apa yang mereka dengar (tatabahasa, pengucapan kata dan kalimat, dan knowledge).
Bayangkan jika anda sebagai MC sedang membawakan acara lupa dan gagap, atau busana yang anda kenakan tidak sesuai dengan format acara, atau ketika anda berinteraksi dengan seorang tokoh di atas panggung tidak nyambung alias knowledge Anda terhadap topik yang dibicarakan minim. Tentu Anda akan menjadi bahan cibiran dan tertawaan. Untuk menghindari hal-hal semacam itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seorang MC :
1. Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri mutlak dibutuhkan seorang MC, karena Anda harus berhadapan dengan publik baik dalam acara besar atau kecil, resmi atau tidak resmi, offair maupun onair. Kepercayaan diri akan membantu Anda menguasai panggung dan audience serta memudahkan anda berinteraksi dan mengatur jalannya acara.
2. Kemampuan Manajemen.
MC yang baik memiliki kemampuan untuk memandu atau membawakan suatu acara dan tidak hanya sekedar terima job, datang, dan cuap-cuap. MC harus mengetahui dengan detail apa acaranya, lokasinya seperti apa apa, siapa saja yang diundang, siapa tokoh atau pejabat yang akan hadir, siapa audience-nya, dan seperti apa rundown acara dari panitia atau penyelenggara acara.
MC harus ikut serta dalam beberapa briefing yang diadakan panitia untuk memudahkan MC mengatur manajemen acara di atas panggung. MC profesional harus mampu melakukan riset, meskipun sederhana dan kecil-kecilan, terhadap topik, tokoh, produk, dan hal lain yang terkait acara yang akan dipandunya.
Diatas panggung MC harus mampu mengatur jalannya acara dari mulai pembukaan sampai penutupan acara dengan berpatokan pada rundown acara dari panitia. MC harus mampu mengatur tertibnya acara dan menghantarkan acara dengan baik kepada audience.
3. Pandai beradaptasi.
MC harus mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat dia melakukan tugasnya sebagai MC. Lingkungan bukan berarti sempit dan terbatas pada panggung saja, namun juga setiap detail yang bersangkutan dengan acara, termasuk : Audience (profesi, strata sosial, usia), Jenis acara (formal, informal, protokoler, wedding, showbiz, onair, atau offair), Lokasi (terbuka atau tertutup), Skala acara (besar, sedang, kecil), Pendukung acara (pengisi acara, bagian tehnis, dan panitia).
4. Etika yang baik.
Etika on duty : MC harus paham betul untuk menjaga perilaku dan sopan santun baik dalam bentuk lisan maupun bahasa tubuh dalam memandu sebuah acara.
Etika off duty : MC, apalagi sudah terkenal, adalah seorang public figure. Apapun yang dilakukan seorang MC, termasuk tingkah laku dalam kehidupan pribadinya akan menjadi perhatian publik. Apabila belum terkenal, mungkin akan menjadi perhatian kawan-kawannya, keluarganya, dan kolega atau pihak yang biasa bekerjasama dengan anda.
Apabila sudah terkenal dan menjadi public figure, maka apapun yang dilakukan dalam kehidupan pribadi diluar profesinya sebagai MC akan menjadi perhatian publik. Kepribadian dan tingkah laku yang baik akan menguntung dirinya dalam menjalani profesi sebagai MC, karena akan menimbulan rasa kagum, hormat, dan dapat diterima keberadaannya diberbagai kalangan. Dengan demikian akan memudahkan seorang MC mendapatkan job baru atau job berulang.
5. Kemampuan mengolah suara yang baik.
Vocal : Sebaiknya seorang MC memiliki vocal atau suara yang baik, apalagi berkarakter.
Intonasi : MC harus pandai mengolah nada kalimat menjadi berirama dan tidak datar.
Artikulasi : MC harus memiliki kualitas penyebutan kata dan kalimat yang baik atau artikulasi.
Speed : MC harus mampu mengatur speed/tempo atau cepat-lambatnya kata dan kalimat yang diucapkan.
Pernafasan : MC harus memiliki kemampuan mengatur nafas yang dapat mendukung kejelasan artikulasi dan power suara. Lebih baik memiliki kemampuan mengolah diagfrgma.
Power : MC harus memiliki kemampuan mengeluarkan kekuatan suara tanpa harus berteriak.
Asentuasi : MC harus pandai memilih dan melakukan penekanan terhadap kata atau kalimat yang menjadi fokus atau pokok perhatian atau untuk diperhatikan oleh audience.
Timbre : MC harus mampu mengeluarkan suara yang ekspresif yang akan mudah mempengaruhi audience.
Tone: MC harus mampu mengatur tinggi rendah suara agar audience tidak merasa bosan.
Phrasing : MC dalam berbicara sebaiknya memberikan jeda agar dimengerti.
Infleksi : lagu kalimat atau perubahan nada suara, hindari pengucapan yang sama bagian setiap kata (redundancy). Infleksi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat. Kemampuan MC dalam mengolah poin-poin di atas akan membuat suara yang dikeluarkan mampu menjiwai isi atau makna dari kata atau kalimat yang disampaikan.
6. Penguasaan bahasa yang baik dan benar.
MC dituntut mampu mengucapkan setiap kata dan kalimat dari bahasa manapun dengan baik dan benar, baik itu bahasa asli (Indonesia) maupun bahasa asing seperti Ingris.
Seorang MC harus mampu mengucapkan dengan benar bahasa-bahasa dan istilah-istilah dalam bahasa daerah, terutama ketika memandu acara pernikahan dan resepsinya yang menggunakan adat daerah tertentu. Oleh sebab itu, seorang MC harus mampu melakukan riset kecil-kecil mengenai job yang diterima, terkait dengan bahasa yang akan digunakan atau terkait dengan hal-hal yang menyangkut istilah-istilah yang perlu diketahui MC ketika membawakan sebuah acara.
Seorang MC harus mengetahui tidak hanya bahasa formal saja, namun juga bahasa-bahasa dalam bidang lain, seperti ilmu pengetahuan, tehnologi, dan lainnya yang terkait dengan acara yang dipandunya. Pengetahuan soal bahasa juga terkait dengan bagaimana seorang MC mampu menggunakan bahasa yang komunikatif, praktis dan efisien.
7. Memilki wawasan dan pengetahuan yang luas (knowledge).
Seorang MC layaknya seorang presenter atau jurnalis yang memiliki kemampuan mengetahui banyak hal diberbagai bidang, meskipun tidak mendalam seperti seorang pakar. Job yang diterima bisa saja tidak hanya melulu dalam bidang yang sama, tapi bisa jadi dari berbagai bidang yang berbeda-beda yang membutuhkan pengetahuan MC akan banyak hal. Untuk memiliki pengetahuan yang luas, seorang MC harus memiliki dasar pendidikan yang baik, formal maupun informal seperti kursus dan pelatihan serta gemar membaca dan terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi.
8. Body language yang baik
Seorang MC harus memiliki sikap tubuh yang baik dan fleksible sesuai dengan situasi dan kondisi acara serta lingkungan acara. Sikap tubuh yang baik seperti saat menyampaikan acara dan berbicara yang tidak over acting. (note :body language akan dibahas dalam materi tersendiri)
9. Appeanance
MC harus memiliki penampilan yang baik dalam hal tata busana dan kepandaian memilih busana yang tepat sesuai dengan acara.
10. Maturity
MC harus memiliki kedewasaan dan kematangan berpikir. Hal ini akan memudahkan MC untuk melakukan perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi diri. Sehingga seorang MC akan mampu secara terus menerus dan berkesinambungan meningkatkan profesionalismenya sebagai seorang MC.
11. Kreatif, inisiatif serta mampu berfikir cepat dan tepat
Seorang MC harus kreatif dan memiliki inisiatif dalam memandu acara sehingga tidak membosankan dan monoton. Kreatif dan inisiatif juga diperlukan apabila ada perubahan situasi dan kondisi yang tak terduga ketika acara sedang berlangsung, sebelum acara berlangsung, atau sebelum acara berakhir. Seorang MC harus tanggap terhadap perubahan-perubahan tersebut dan harus berpikir cepat dan tepat untuk mengantisipasinya.
12. Reputations
MC harus memiliki track record yang baik. Track record dalam menjalankan profesinya sebagai MC maupun track record yang baik dalam kehidupan pribadi, apalagi jika MC tersebut sudah menjadi seorang public figure dan terkenal.
13. Sense of humor
Seorang MC dituntut mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi audience. Sikap riang, ceria, dan ramah akan meluluhkan suasana yang kaku dan kurang bersahabat. Memiliki rasa humor adalah salah satunya dan sudah menjadi keharusan bagi seorang MC untuk memilikinya, terlebih lagi di saat memandu acara hiburan. Namum bukan berarti seorang MC harus menjadi seorang pelawak karena humor yang berlebihan dan tidak pada tempatnya juga akan mengurangi kredibilitas.
14. Bridging
Seorang MC harus mampu membuat komentar yang menjadi jembatan antar satu segmen dengan segmen lainnya (bridge/bridging). Bridging adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki MC agar acara menjadi tetap menarik dan tidak membosankan akibat delay antara satu segmen dengan segmen lainnya.
Delay dapat terjadi akibat keterlambatan pengisi acara atau hal-hal lain yang tak terduga. MC yang handal dapat menggunakan insiden delay seperti itu untuk melakukan bridging dengan anekdot atau komentar-komentar positif dan humoris mengenai hal-hal yang terkait acara atau pengisi acara, dll.
15. Berlatih dan Evaluasi Mandiri
Seorang MC harus mampu melakukan latihan secara mandiri dan mengevaluasi kekurangannya secara mandiri. Latihan dan evaluasi mandiri dapat dilakukan MC dengan cara merekam suara dan gaya nya dengan menggunakan kamera video dan berbicara di depan cermin. Sehingga akan terlihat bagaimana dia berbicara sebagai seorang MC dan jika menurutnya masih ada kekurangan, maka dapat segera melakukan perbaikan.
16. Pengetahuan Tehnis Microphone (Mic)
Seorang MC juga harus memiliki kemampuan tehnis mengenai microphone. Mic adalah alat penting dan sahabat MC di atas panggung. MC harus paham betul bagaimana cara memegang mic, jarak antara mic dengan mulut, dan bagaimana setelan suara suara mic tersebut oleh sound operator. Biasanya setiap orang mempunyai ukuran suara di mixer audio yang berbeda. Maka jangan lupa untuk melakukan test mic sebelum Anda menggunakannya di atas panggung. Lakukanlah test mic ketika tamu-tamu belum datang, agar tidak mengganggu dan terkesan Anda tidak siap.
Ninda Nindiani seorang MC profesional mengatakan persiapan yang memadai adalah salah satu kunci kesuksesan seorang MC. Persiapan yang baik adalah bagian dari profesionalisme. Bukan justru seseorang yang bertugas tanpa persiapan itulah yang dikatakan professional. Seorang MC yang baik akan mempersiapkan segala sesuatunya, seperti busana dan materi acara, supaya dapat berlangsung dengan lancar.
Untuk menjadi MC yang profesional, maka Anda harus tahu kapan menolak dan menerima tawaran.
Bagi orang yang baru belajar, umumnya akan menerima semua tawaran yang datang kepadanya. Hal itu dilakukan lantaran semangat yang terlalu menggebu, ingin bisa tampil dan membuktikan bahwa dirinya adalah MC yang kompeten.
Semangat seperti itu sih boleh saja, tapi Anda juga harus tahu bahwa dalam keadaan tertentu seorang MC juga boleh menolak tawaran yang datang kepadanya.
Hal di atas senada dengan pendapat dari Ninda Nindiani seorang MC profesional yang menyatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan memang memperhatikan apakah tawaran atau permintaan itu akan Anda terima atau Anda tolak. Penolakan bukan karena Anda takut, tapi karena realistis.
Contoh suatu pagi secara mendadak Anda diminta untuk menjadi MC untuk menggantikan MC yang sebelumnya, karena sakit. Acaranya adalah malam perayaan ulang tahun kampus, yang memiliki serangkaian acara yang banyak dari siang sampai malam. Dalam acara tersebut Anda juga diminta untuk berpakaian adat, karena tema perayaannya adalah tentang kebudayaan daerah.
Saat itulah Anda perlu mempertimbangkan, apakah waktu untuk mempelajari situasi dan acaranya, kemudian busana, berdandan dan siap dua jam sebelum acara dimulai? Bila Anda merasa tidak mungkin melakukan itu semua, maka penolakan adalah penolakan yang penuh perhitungan, bukan sekedar takut menghadapi tugas itu.Tetapi, kalau segala persiapan memungkinkan, termasuk observasi venue dan mempelajari acaranya. Maka Anda perlu mengatakan saya sanggup untuk menjadi MC acara ini.
Untuk bisa menjadi MC yang baik, minimal ada tiga kemampuan yang harus dikuasai. Kemampuan-kemampuan itu menjadi kunci utama berhasil dan tidaknya Anda membawakan sebuah acara dengan sukses. Kemampuan-kemampuan tersebut antara lain:
1. Kemampuan Public Speaking
Kemampuan public speaking mutlak harus dimiliki. Ada beberapa teknik public speaking yang minimal harus Anda kuasai, diantaranya yang paling penting adalah kemampuan oleh vocal atau kemampuan verbal dan kemampuan penggunaan bahasa tubuh untuk memperkuat setiap kata yang diucapkan.
Kemampuan verbal
Vocal atau suara adalah modal utama bagi seorang MC. Tapi tidak asal bersuara, karena kalau hanya asal bersuara siapapun pun bisa melakukan hal ini. Saya yakin Anda pernah mendengar seorang MC saat sedang membawakan acara. Anda mungkin pernah mendengarkan MC yang kata-katanya sangat renyah, jelas, menarik dan membuat Anda suka mendengarnya, namun Ada kalanya Anda mendengar seorang MC yang suaranya garing, tidak jelas, membosankan dan membuat Anda ogah mendengarnya. Inilah perbedaan mana MC yang memiliki ketrampilan oleh vocal yang baik dan tidak. Dengan kata lain keterampilan oleh vocal ini adalah sebuah kemampuan di mana seorang MC mampu menguasai dinamika komunikasi yang baik dan menarik.
Terkait dengan olah vocal minimal ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu: penggunaan bahasa, kejelasan atau kejernihan suara, kecepatan berbicara, variasi suara dan jeda.
Bahasa Tubuh
Saat menjadi MC, keseluruhan tubuh merupakan perangkat efektif untuk membantu kesuksesan Anda membawakan acara. Jika Anda dapat menggunakan bahasa tubuh yang tepat untuk mendukung apa yang Anda sampaikan, maka apa yang akan Anda sampaikan akan terlihat lebih kuat dan bermakna.
Sebaliknya jika apa yang Anda sampaikan tidak sebangun dengan bahasa tubuh Anda, bisa dipastikan apa yang Anda sampaikan akan menjadikan garing adanya.
Terkait dengan bahasa tubuh ada beberapa hal yang harus Anda optimalkan antara lain adalah kontak mata, ekspresi wajah, gerakan tangan maupun cara berjalan.
2. Kepribadian yang menarik
Kepribadian yang di maksud di sini adalah seorang MC harus menampilkan diri apa adanya atau memiliki keaslian. Seorang MC yang baik tidak perlu meniru orang lain, ia cukup menjadi dirinya sendiri.
Saya sendiri sering geli, ketika mendengar seorang MC yang tidak menjadi dirinya sendiri. Seolah-olah saya malah melihat ada sesuatu yang dipaksakan. Padahal untuk menjadi MC yang baik itu hanya perlu menjadi diri sendiri, tidak perlu memaksakan diri.
3. Kreatif dan berjiwa entertainer
Seorang MC tidak boleh sampai kehabisan kata, apalagi minim pengalaman. Karena itu MC juga dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi. Hal itu bisa dilakukan seorang MC, selama ia mau membuka mata dan telinga terhadap perubahan. Selain kreatif seorang MC juga harus memiliki jiwa entertainer atau jiwa penghibur. Ini adalah satu keahlian yang akan semakin menghidupkan acara yang akan dipandu. Jadi jadilah kreatif dan penghibur !
Sekarang kita langsung pada bagian, dimana Anda akan belajar bagaimana menjalankan tugas sebagai seorang MC. Di dalam tulisan ini saya akan membagi tugas dalam dua kegiatan, yang pertama persiapan dan kedua pelaksanaan.
1. Persiapan yang harus dilakukan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, persiapan itu sangat penting dilakukan oleh seorang MC jika menginginkan kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses.
Pertama yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan mental. Bagi yang sudah terbiasa menjadi MC mungkin mental tidak terlalu jadi masalah. Tapi bagi pemula mental bisa menjadi masalah, jika tidak dipersiapkan secara baik. Jadi siapkan mental Anda dengan baik.
Kedua, Anda harus mempelajari jenis acara yang akan Anda pandu, apakah berformat upacara, acara resmi, acara setengah resmi atau acara santai. Siapkan busana yang sesuai, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ini berlaku untuk perempuan dan laki-laki.
Ketiga, Anda harus membuat susunan acaranya serta menulis kalimat-kalimat yang akan diucapkan nantinya. Dengan menuliskannya otomatis kita akan mempelajari unsur-unsur acara tersebut dan merencanakan kalimat seperti apa yang akan diucapkan. Bila terasa kurang pas, masih ada waktu untuk memperbaiki dan menulis kembali kalimat yang lebih tepat.
Keempat, buatlah cue-cards (sering disingkat: Q-Cards), yaitu kartu-kartu tempat Anda menempelkan susunan acara dan draf MC sebagai pegangan saat bertugas. Kartu ini kira-kira seukuran maksimal ½ halaman kuarto (A4), sehingga mudah dipegang dan tidak menyulitkan untuk di baca.
Keempat hal di atas adalah tips yang saya kutip dari Ninda Nindiani seorang professional MC yang sudah memiliki pengalaman puluhan tahun menjadi MC.
2. Pelaksanaan Tugas
Tahap ini adalah tahap di mana Anda akan menjalankan tugas Anda menjadi MC. Supaya tugas bisa Anda jalankan dengan baik ada tiga hal yang harus Anda perhatikan.
Pertama, datanglah ke tempat acara jauh sebelum acara di mulai. Hal ini penting untuk diperhatikan, supaya Anda bisa tampil prima saat membawakan acara.
Kedua, sebelum dan selama acara berlangsung Anda haru melakukan koordinasi dengan pengelola acara. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi saat acara berlangsung.
Ketiga, lakukan tugas Anda dengan santai, nikmati setiap momen yang ada dan jangan takut untuk melakukan improvisasi, selama tidak berlebihan dan menyimpang dari alur dan tujuan yang telah ditetapkan.
Keempat, sesekali berilah selingan humor, untuk membuat suasana lebih semarak.
Berbagai tips yang disampaikan pada dasarnya adalah alat. Artinya berhasil dan tidaknya alat itu membantu Anda menjadi seorang MC yang baik, sangat tergantung dari usaha yang Anda lakukan untuk mencapai itu semua. Tulisan ini tidak bermanfaat apa-apa jika Anda tidak mau mencobanya. Selamat mencoba.
Menjadi MC tidaklah sulit jika Anda mau belajar, mau berlatih dan mau mencoba Anda pasti bisa melakukannya.
Bagaimana menurut Anda?