Apa yang harus dilakukan oleh mereka yang akan membawakan sebuah pidato atau menjadi seorang MC, agar bisa memunculkan keberanian dan percaya diri yang seringkali bersembunyi malu-malu di dalam diri? Suatu saat saya diminta oleh sebuah yayasan untuk menjadi salah satu pemateri dalam seminar untuk anak dengan kebutuhan khusus, yaitu anak dengan kekurangan pendengaran. Mendapat berita tersebut reaksi pertama yang dirasakan adalah PANIK!
Saya belum pernah berbicara di depan orang banyak. Saya termasuk orang yang pemalu dan lebih suka bekerja di belakang meja atau jauh dari kerumunan. Bukan berarti penyendiri, hanya saja saya tidak begitu suka menjadi pusat perhatian. Seorang pembicara tentunya akan menjadi pusat perhatian. Inilah yang menjadi pertimbangan saya untuk menolak undangan tersebut pada awalnya.
Setelah dipikirkan berulang-ulang, saya memutuskan untuk menerima undangan tersebut meskipun pada akhirnya seminar dibatalkan karena masalah teknis berkaitan dengan pendanaan.
Namun siapa sangka setelah undangan pertama itu, undangan untuk menjadi pembicara semakin banyak seiring dengan terbitnya buku saya tentang travelling. Wah, mau tidak mau tentu saya harus memberanikan diri. Ya, keberanian yang tidak muncul atau ketakutan tidak beralasan seperti itu disebut sebagai Glossophobia.
Artinya sama seperti demam panggung. Saat sedang berada di sebuah keramaian acara atau dalam sebuah situasi kemudian nama kita disebut dan dipanggil ke depan untuk bicara di depan publik, tiba-tiba lutut terasa lemas, perut mual, telapak tangan berkeringat, dan kata-kata yang keluar dari mulut kita seakan berasal dari luar angkasa sana. Kalau ada di antara kalian yang merasakan hal seperti ini. jangan khawatir karena saya pun merasakan hal sama begitu juga dengan jutaan orang lain di seluruh dunia. Banyak orang takut bicara di depan umum.
"SEORANG KOMEDIAN TERKENAL DARI AMERIKA SERIKAT, JERRY SEINFELD, PERNAH BERKATA," SAAT UPACARA PEMAKAMAN, KEBANYAKAN ORANG MERASA LEBIH BAIK BERSEMBUNYI DI DALAM PETI JENAZAH DARIPADA HARUS MEMBERIKAN KATA SAMBUTAN ATAU KENANGAN DI DEPAN PUBLIK."
Sebenarnya ketakutan yang muncul ini hanya faktor ilusi saja dan semua hal yang merupakan ilusi dapat dihilangkan. Dengan cara tertentu pastinya. Satu-satunya hal yang harus ditakuti adalah ketakutan itu sendiri dan kita harus mengalahkannya di dalam diri kita. Harga sebuah kesuksesan adalah kerja keras, didedikasikan untuk pekerjaan yang kita pegang akan diselesaikan dengan baik.










