Wednesday, May 19, 2021

PERBEDAAN MC & ORATOR (3)

 


Hadirin nanti. Setiap pidato dibawakan untuk hadirin yang spesifik. Definisi hadirin adalah berkumpul untuk menonton sesuatu yang sudah melakukan observasi dan mengenal siapa yang menjadi patut dan pantas diperhatikan untuk sekian waktu tertentu. Tapi sekumpulan orang biasanya lebih mudah dikontrol dibandingkan individual yang terpisah.


Hanya dua hal yang mesti diingat untuk mendapatkan perhatian hadirin, yaitu cari tahu apa yang mereka ingin dengar dan cari cara bagaimana menyampaikan pesan itu dengan baik. Setiap hadirin itu berbeda, hal ini yang harus selalu diingat dalam pikiran orang yang akan berpidato. Untuk itu, sebelum menuliskan tema pidato, sebaiknya kita melakukan riset terlebih dulu tentang calon pendengar kita. Apa yang ingin mereka dengar. Apa yang disukainya. Apakah mereka bakal familiar dengan subjek yang kita bawakan. Apakah mereka akan menikmati tema itu atau malah bosan. Pelajaran apa yang mereka harapkan dapat dari kita.


Memikirkan hal-hal tadi akan membuat pidato kita tetap pada jalurnya. Setiap kata yang digunakan dalam setiap kalimat juga bahasa tubuh menjadi faktor penting suksesnya pidato yang dibawakan. Pidato tentang software komputer tidak akan cocok dibawakan di sebuah sekolah dasar dengan hadirin yang terdiri dari anak-anak. Yang bisa ditekankan adalah 'Apa yang bisa dilakukan oleh anak- anak dengan sebuah komputer'. Tapi kalau tema itu diberikan pada sekelompok kolega sebuah perusahaan besar tentunya cocok bila temanya adalah 'Perkembangan software masa kini'. Jika hadirin tidak mengerti ucapan kita, maka pidato kita akan lewat begitu saja tanpa dimaknai sedikit pun. Jika kalimat yang digunakan terlalu sederhana, maka pidato kita akan diramaikan oleh dengkuran hadirin yang merasa bosan. Ingatlah dengan citra yang ingin disampaikan dan tepat pada sasaran. Saat sedang bicara di hadapan anak-anak, senyumlah dan buat wajah kita ramah, hangat dan terbuka bagi mereka.


Jika menyampaikan pidato untuk sekelompok hadirin dengan pendidikan tinggi, maka pembawaan kita juga tentu harus berbeda. Intinya, saat membawakan sebuah tema adalah bukan hanya menyampaikan nilai yang tersirat dalam pidato dengan baik pada hadirin, tapi juga mengomunikasikan sesuatu pada hadirin. Untuk itu, kita harus menganggap bahwa hadirin adalah satu kesatuan. hanya satu orang saja. Karena saat kita menganggap hanya satu orang yang harus dikhawatirkan, maka kita akan merasa lebih terhubung dengannya. Pidato kita akan mengalir lancar karena kita tahu bahwa hadirin sedang mendengarkan dan mengerti apa yang dibicarakan.

 

Saat di atas mimbar, jangan memosisikan diri sebagai pembicara satu arah. Tatap hadirin yang ada di depan kita sehingga merekacmerasakan sebuah hubungan, sebuah komunikasi. Komunikasi. Ini yang akan menjadi jalan utnuk meraih tujuan disampaikannya pidato kita. Jadi kita boleh melihat catatan yang sudah disiapkan sesekali tapi lakukan hal itu sewajar mungkin, jangan kaku. Pertimbangkan untuk melibatkan hadirin dalam pesan yang sedang disampaikan. Tidak semua pidato bisa melibatkan hadirin, tergantung tema yang disampaikan saja. Dengan melibatkan


No comments:

Post a Comment